MEMILIH INVESTASI DI BIDANG PROPERTY BAGI PEMULA

Tags

, , , , , , , , , , , , , ,

MEMILIH INVESTASI DI BIDANG PROPERTY BAGI PEMULA

Pilihan dibatasi untuk 3 jenis penawaran dengan harga yang sama , asumsi Rp 350jt. Angka ini dipilih , karena merupakan angka penawaran dari banyak brosur, yang menyasar ke konsumen kelas menengah.

3 jenis penawaran tersebut :

  1. Rumah Tapak (Landed house) = T 36/970
  2. Kondotel (Kondominium hotel ) = 1 km + Full Furnished
  3. Apartment Sederhana = 2 km

 

Bagaimana perbandingannya ? cara menghitungnya ?

Sebelumnya, yang perlu digaris bawah , bahwa untuk investasi dalam properti adalah jangka panjang, artinya belum terasa hasilnya dalam waktu pendek

  • Jangka pendek kurang dari 1 thn (1thn kebawah)
  • Jangka menengah kurang dari 5thn (1thn sampai dengan 5 thn)
  • Jangka panjang lebih dari 5 thn (diatas 5 thn)

Asumsi :

Pembayaran dengan KPR (untuk rumah tapak) dan KPA (untuk kondotel dan apartment) dengan DP 20% = Rp 70jt , DP dapat di cicil selama 24 bulan (masa pembangunan) atau Rp 2,9jt/bln.

Sekarang kita lihat satu persatu :

  1. Rumah tapak = Type 36/90 (2 km) Artinya, luas bangunan = 36m2, luas tanah = 90m2. Untuk rumah tapak, harga sewa rendah dan lebih sulit dapat market, kecuali di dekat daerah kegiatan ekonomi /kampus, menjadi rumah kost, kemampuan sewa untuk bentuk rumah kos kurang lebih Rp 10jt/thn bila untuk passive income = kecil. Namun untuk kenaikan harga rumah, termasuk tinggi, karena ada unsur tanah. Kenaikan nilai tanah kurang lebih 10%/thn. Sehingga dalam 5thn, nilai rumah sudah bisa menjadi Rp 475jutaan. Apabila rumah tersebut akan dijual pada tahun ke 5, telah ada margin dari kenaikan nilai sebesar Rp 125jt.
  2. Kondotel l= Type 1 kamar (studio) full furnished (kurang lebih 20m2) untuk kondotel, umumnya sudah ada operator yang mengelola unit pemilik. Pemilik dijamin dapat sewa untuk 2 tahun, sebesar 8%/thn (sebesar 8% x Rp 350juta = Rp 28juta/thn), menjadi passive income selanjutnya (mulai tahun ke 3), income sewa secara proporsional. Namun untuk kenaikan nilai asset, dalam 5 thn belum signifikan (unsur tanah sangat kecil) umumnya kenaikan kurang lebih 3%/thn, sehingga nilai asset dalam 5 thn kurang lebih Rp 400jutaan.
  3. Apartment = type 2kamar (kurang lebih 25m2) ( Un-furnished). Untuk apartment, tidak ada operator dan kondisi belum ada furniture (belum siap dan disewakan), jadi harus diisi dahulu furniture, minimal semi furnished. Pemilik bisa cari penyewa sendiri, umumnya nilai sewa lebih kecil dari kondotel, dan tidak dijamin selalu ada penyewa , tergantung keahlian pemilik mencari penyewa. Nilai sewa untuk apartment ini umumnya sekitar Rp 18jt/thn (semi furnished), sebagai passive income (ROI kurang lebih 5%/thn) . Untuk kenaikan nilai aset, dalam 5 tahun hampir sama dengan kondotel, sekitar 3%/thn. Setelah tahuun ke 5, nilai aset kurang lebih Rp 400jutaan.

 

Kesimpulan :

Dari simulasi diatas, sebenarnya tergantung tujuan dan kondisi pemilik. Alternatif :

  1. Apabila utama untuk passive income dan pemilik tidak mau repot, mungkin lebih tepat, investasi dalam bentuk kondotel. (umumnya pemilik punya hal menempati 1 point/thn)
  2. Apabila mencari nilai kenaikan (capital gain), maka lebih tepat investasi dalam bentuk rumah landed . Apalagi kemungkinan kemudian hari ingin meningkatkan rumah menjadi 2 lantai , sehingga kamar menjadi tambah banyak.
  3. Apabila pemilik sewaktu – waktu ingin juga menempati sendiri apartmentnya maka lebih cocok investasi dalam bentuk apartment.

 

Namun apapun yang dipilih (prinsipnya investasi) adalah tetap bagus dan umumnya asset property nilainya akan meningkat, minimal investor property untuk property yanng disewakan akan mendapatkan capital gain selain passive income dari hasil sewa.

 

Salam sukses.

Bu Endang

Prediksi Trend /Opportunity dalam Investasi Property (Ruko Business Center = RUBIZ)

Tags

, , , , , , , , , , , , , , ,

Pojok Inspirasi

Prediksi Trend /Opportunity dalam Investasi Property

(Ruko Business Center = RUBIZ)

 

Seiring dengan makin tumbuhnya ke peminatan menjadikan wirausaha sebagai pilihan pekerjaan, maka saat ini banyak wirausaha pemula yang bergerak di berbagai bidang usaha. Sebagai pemula, umumnya modal terbatas, sebagian dari para pemula tersebut mulai berkantor di rumahnya masing- masing dan dalam perkembangan usahanya diperlukan suatu tempat yang strategis, untuk “Basecamp” / agar mudah untuk di kunjungi.

Saat ini banyak penawaran atas tempat untuk usaha, antara lain = space perkantoran, rukan, dan sejenisnya. Tetapi sewanya rata – rata mahal, dalam ukuran besar dan sewa tahunan. Sehingga diluar budget. Namun saat ini, bagi para pemula tersebut telah ada penyediaan tempat yang lebih sesuai cash flow. Antara lain penyediaan Business Centre dalam ukuran kecil dan disewa secara bulanan/ 3bulanan/ tahunan. Sehingga biaya sewanya juga relatif kecil. Tempat jenis ini banyak terdapat di bagian dari office, building, namun ada pula yang menyediakan di area perumahan yang loasinya strategis dan dibuat khusus untuk disewakan untuk  pengusaha pemula maupun para business man yang hanya perlu tempat jangka pendek.

Diperkirakan harga sewa yang marketable adalah Rp 4jt kebawah/ruang/bulan dan dibayar bulanan.Dengan kondisi tersebut, maka dalam tahun – tahun ke depan, penyediaan tempat usaha jenis tersebut bisa menjadi peluang bagi para investor dan diprediksi investasi dalam bentuk penyediaan ruang – ruang usaha dalam skala kecil ini akan menjadi trend pilihan investasi disamping investasi property dalam bentuk lainnya.

Untuk memberikan gambaran, disini akan di ilustrasikan khusus untuk para pemilik Ruko/Rukan, yang tertarik untuk me-re-layout assetnya, menjadi penyedia ruang – ruang usaha kecil, sejenis Business Centre. Sehingga dapat dikelola untuk usaha yang mendatangkan passive income, dengan ROI yang memadai.

 

Ketentuan :

  1. Bangunan ruko sudah ada (perijinan sudah ada), baik baru, maupun lama yang masih layak.
  2. Pendekatan dari market (marketable) sewa + kurang dari Rp 4jt/ruangan/bulanan/dibayar bulanan.
  3. Lokasi = strategis/relatif
  4. Nila ruko kurang lebih Rp 2M/unit sampai dengan Rp 2,5M/Unit (Siap pakai)
  5. Ruko = Minimal 2 lantai
  6. Ukuran Tanah pada umumnya = 5 x 20m = 100m2
  7. Ukuran /luas bangunan = (5 x 15) x 2 = 300m2

 

ILUSTRASI 

Asumsi untuk 1 buah ruko

  1. Prinsip layout ruko (terlampir)
  2. Ruang yang diperoleh :
  3. Type A = 2 unit (7,5m2/ruang )
  4. Type B = 4 unit (8,55m2/ruang)
  5. Type C = 3 unit (11,4m2/ruang)
  6. Harga Sewa
  7. Type A = Rp 2,25jt/bulan/unit
  8. Type B = Rp 2,5jt/bulan/unit
  9. Type C = Rp 3,25jt/bulan/unit
  10. OR = 85%, operasional 15% x sales
  11. Hasil Sewa :
  12. ROI
  13. Untuk yang ruko senilai Rp 2M (ROI = 10,5% /thn)
  14. Untuk yang ruko senilai Rp 2,5M (ROI = 8,4% / thn)

Catatan ; Untuk ruko di “Prime Location” dimana harga ruko lebih dari Rp 2,5M, maka harga sewa harus di atas sewa dalam ilustrasi.

Dari hasil tersebut, hasilnya cukup bagus untuk suatu investasi dalam properti (rata – rata umumnya ROI kurang lebih 8%/thn).

 

Semoga dapat menjadi salah satu inspirasi dan berkembang dari 1 ruko menjadi 2 ruko dan seterusnya.

 

 

Salam sukses

Ibu Endang

TIPS MENAWARKAN KERJASAMA DENGAN INVESTOR (Real Estate)

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Bagaimana bahan / proposal yang menarik untuk investor ? investasi untuk membeli tanah kavling yang dipilih (apabila posisi Bpk/Ibu pemilik ide) dengan modal minim) Umumnya yang ingin di yakini investor :

  1. ROI yang menarik
  2. Waktu memperoleh hasil
  3. Jaminan

Maka yang perlu diperhatikan adalah : batasan – batasan yang ada dengan mengambil sample dari seri – seri sebelumnya maka batasan yang ada adalah :

  1. Harga tanah (fixed 2 kavling = Rp 180jt)
  2. Biaya bangunan total = Rp 320jt
  3. Keuntungan (harga jual Rp 350jt/unit) = Rp 200jt
  4. ROI untuk investor dipatok minimal 100%/thn
  5. Apabila tanah dibayar bertahap maksimal 1thn maka perlu ditambah dengan Rp 60jt (patokan kurang lebih 30% dari margin) dan tanda jadi 5% – Rp 10jt.

Maka, seluruh batasan harus diramu yang cantik. Pertanyaannya adalah berapa modal minimal yang harus disediakan oleh pemilik ide dan investor.

  1. Modal pemilik ide maksimal untuk : a. Biaya proposal (mini proposal) = Rp 15jt. b. Biaya tanda jadi tanah = Rp 10jt

Harapan ROI kurang lebih Rp 100% , Modal awal Rp 25jt

  1. Modal Investasi ,Maksimal Rpp 100jt. ROI 100% dalam 1thn kembali Rp 200jt
  2. Bayar tanah (kerjasama), bagi hasil bertahap
  3. Tanda jadi = Rp 10jt (dari pemilik ide)
  4. Pelunasan maksimal 1thn ditambah Rp 60jt (total pembayaran tanah Rp 180jt + Rp 60jt (bagi hasil) = Rp 240jt
  5. Bayar bangunan Rp 270jt (bertahap) per unit à Termin
  6. Bayar biaya persiapan , perencanaan, perijinan = Rp 50jt.

Berapa perolehan para pihak ??

  1. Pemilik Tanah ; Harga pokok = Rp 180jt ; Bagi Hasil = Rp 60jt –> Rp 240jt
  1. Investor; Pengembalian investasi = Rp 100jt ;Bagi Hasil = Rp 100jt–>Rp 200jt ( ROI 100% )
  1. Pemilik Ide & Investasi Pra proyek ; Pengembalian modal awal = Rp 25jt;Bagi hasil & manage fee = Rp 40jt–>Rp 65jt
  1. Kontraktor (2unit)   Rp 320jt

ROI pemilik ide = Investor pra proyek = 160%/thn (40 ; 25 x 100%)

 

–>Article original created by ESMODEC

TIPS MENAWARKAN KERJASAMA DENGAN PEMILIK TANAH (Real Estate)

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Bagaimana menawarkan kerjasama yang menarik ? bahwa bagi pemlik tanah, akan lebih menguntungkan bila dikerjasamakan tanahnya dibanding dijual tanah saja dan mungkin lebih cepat dapat hasil.

Contoh : pemilik tanah sebagaimana seri sebelumnya, punya 2 kavling 90 m2 akan dijual Rp 1jt/m2 (total Rp 180jt). Tapi lama belum laku , karena sulit mendapat pembeli punya uang cash Rp 180jt (untuk tanah saja).

Langkah :

Buatkan proposal / hitungan , bahan pemilik tanah akan mendapat hasil lebih dari Rp 180jt (hasil hitungan, pemilih tanah bisa dapat Rp 240jt maksimal 1thn), maksimum dalam 6 bulan terbayar Rp 180jt di bayar bertahap dengan DP maksimal 20% (Rp 40jt), dibayar 2x (tanda jadi 5% =  Rp 10jt, bulan ke 2 Rp 10jt) . Dalam proposal :

  1. Hasil keuntungan > Rp 200jt
  2. Rumah laku dalam Maksimal 1 thn
  3. Harga jual rumah minimal Rp 700jt ( 2 unit)

 

(Hubungi konsultan property & agen property).

–>Article original created by ESMODEC

TIPS MENAKSIR IDE YANG MENARIK KONSUMEN (Real Estate)

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

 Bagaimana mulai membuat Ide ?  Bahwa rumah yang akan dibuat akan laku?

Caranya, contoh menaksir salah satu lokasi/kavling yang akan dibangun :

  1. Cari trend model yang sedang in
  2. Cari info harga pasar rumah di lokasi à
  3. Buat desain dengan keunggulan keunggulan yang menarik dengan rencana harga maksimal sama (hubungi arsitek)
  4. Cari info biaya bangunan untuk konsep dimaksud, tapi dengan biaya yang masih masuk (hubungi kontraktor)
  5. Cari info peminat dengan modal desain rumah yang ada (hubungi Agen Property)/ Listing. (setelah ada prospek)
  6. Cari kavling yang akan dijual (hubungi pemlik tanah/hubungi agent properti/listing.

–>Article original created by ESMODEC

CARA MENGHASILKAN ROI YANG BAGUS (Real Estate)

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Bagaimana mendapat ROI yang bagus dengan ukuran feasibel ROI .100%/thn, dengan contoh data :

  1. Membangun 2 unit rumah tipe 54/90 (bangunan54m2,diatas kavling 90m2)
  2. Total biaya Rp 500jt (Tanah + Bangunan + Biaya lain – lain ) = Modal .
  3. Harga pasaran di lokasi Rp 350jt/unit total penjualan Rp 700jt laku dalam ,1thn

Artinya :

  1. Dari data diatas, maka ada margin = Rp 700jt – Rp 500jt = Rp 200jt
  2. ROI = 200 ; 500 x 100% = 40%/thn
  3. Artinya = Meskipun penjualan ini untung Rp 200jt, tapi dalam patokan investasi pengembangan Real Estate disebut tidak feasibel karena ROI < 100%thn

Bagaimana bisa mendapatt ROI 100% ? solusiya (dalam simulasi) . Target = Modal total harus,200jt (Maksimal Rp 200jt, untuk tanah + bangunan). Bagaimana caranya? Sedang nilai tanah 2 kavling fixed Rp 180jt. Caranya :

  1. Alternatif I : Untuk tanah Rp 180jt (tunai?) Sisa modal Rp 20jt untuk biaya bangunan dan lain – lain = Rp 320jt kurang Rp 300jt ? Solusi : sebelum dibangun : Dibuat gambar desain,Ditawarkan ke calon pembeli (dilapangan mulai buat pondasi) dengan harga Rp 350jt/unit (tanah – Rp 180jt, bangunan Rp 170jt) dengan DP = 30% (Rp 100jt),Hasil DP untuk membangun. Pelunasan saat finishing.
  2. Alternatif II :Untuk tanah 180jt dibayar bertahap (2tahap) DP 20% = Rp 40jt, lunas = 6bln= Rp 120jt (dengan usaha sudah ada pembeli),Sisa modal untuk bangunan Rp 160jt.Rumah dijual Ready Stock (Lebih menarik).
  3. Alternatif III :Kerjasama dengan pemilik tanah (dengan uang tunggu/DP 20% =Rp 40jt) pelunasan setelah laku.Sisa modal untuk bangunan Rp 160jt,Rumah dijual ready stock, Keuntungan di bagi dengan pemilik tanah.
  4. Alternatif IV :

Kerjasama dengan berbagai pihak :

  1. Pemilik tanah
  2. Dengan kontraktor ( mitra)
  3. Dengan Agent pemasaran (mitra)

( Modal = DP tanah 20% + Proposal ) à Rp 100jt.

  1. Alternatif V :

Kerjasama dengan berbagai pihak à Modal proposal & calon pembeli à Modal Dana : Untuk DP/tanda serius ke pemilik tanah kurang lebih Rp 10jt (5%).

Apa artinya : Artinya, makin pengalaman pengembang, makin canggih, makin banyak link dan makin dipercaya à makin kecil modal cash ROI makin besar.

 

–>Article original created by ESMODEC

MENGUKUR HASIL ROI

Tags

, , , , , , , , , , , , , , ,

MENGUKUR HASIL ROI

Serba serbi ROI untuk pengembangan Real Estate

Umumnya pelaku bisnis property dalam pengembangan Real Estate, akan mematok ROI diangka .100%/thn. Apa itu maksudnya?? Artinya?

  1. Modal yang telah ditanam untuk pengembangan akan kembali dalam waktu 1 thn dari hasil keuntungan penjualan
  2. Hitungannya : Misalnya untuk pengembang kecil/individual akan membangun rumah untuk dijual 2 kavling. Harga tanah/kavling ‘ Rp 90jt ( 90m2)
  • Biaya 2 kavling = Rp 180jt (Rp1jt/m2)
  • Biaya bangunan untuk 2 unit tipe 54m2.Biaya perijinan, operasional, pematangan tanah = Rp 320jt
  • Total biaya = Rp 500jt (investasi) rumah harga pasar dilokasi Rp 500jt/unit
  • Maka hasil penjualan 2 unit rumah / Rp 1M, terjual dalam 1 thn.
  • (keuntungan =Rp 500jt)
  • Maka ROI = Rp 500jt (margin) : 500jt (modal) x 100% = 100%.

 

Artinya :

Untuk pengembangan 2 unit rumah ini feasibel. (catatan ; sebelum mulai, dicek dulu harga jual rumah di lokasi tersebut laku 500jt/unit atau tidak??)

Bila harga pasaran tidak sampai 500jt/unit tapi tetap mau dibangun, dan tetap mendapat ROI yang bagus/tetap 100%, bagamana caranya? jawaban diseri berikutnya..

 

–>Article original created by ESMODEC

Tips Memilih Aset Investasi Property (Untuk disewakan)

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Aset property yang bisa disewakan, terdiri dari berbagai macam , yaitu :

  1. Apartment
  2. Kondotel (Ada operatornya)
  3. Kost-kostan

Uraian masing – masing :

  1. Apartment

Untuk investasi di apartment dantuk untuk disewakan investor mencari penyewa sendiri atau minta bantuan agent property mencari penyewa (dengan fee 5% dari nilai sewa)

2. Kondotel

Telah ada operator (umumnya = operator hotel) dan unit kondotel sudah lengkap dengan isinya (siap huni seperti hotel) umumnya harga lebih mahal dari apartment.

 

  1. Kost-kostan Modern

Untuk investor, biasanya membeli 1 bangunan kost-kosatan, terdiri dari beberapa kamar dan umumnya ada pengelolaannya.

Contoh Kondotel inden .

Adapun jenis aset yang mau dibeli, karena status investasi, maka tetap berpatok dengan ROI. ROI untuk investasi sewa = 8% – 12%/thn (saat ini umumnya= 8%/thn). Yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Lihat price list harga yang ditawarkan
  2. Lihat jaminan sewa ( yang dicantum umumnya untuk 2 thn ) contoh ROI 16% (2thhn), artinya 8%/thn.
  3. Di cek argo income mulai thn ke berapa? Umumnya setelah selesai bangunan ( kurang lebih 2-3thn setelah booking).
  4. Cari info operatornya (disarankan operator hotel yang sudah ternama)
  5. Cari info setelah 2 thn (biasanya income secara proporsional) lihat prediksi income/thn.
  6. Investor bebas dari biaya service charge & shinking fund.

 

SIMULASI :

  1. Kondotel ditawarkan harga Rp 400jt maka diharapkan income . Rp 32jt/thn artinya diharapkan modal kembali dalam waktu ,12thn. Bila cari yang ideal, modal kembali dalam waktu maksimal 10thn. Berarti income sewa = Rp.40jt/thn.
  2. Apabila bapak/ibu telah memiliki unit apartment, yang dibeli dengan harga Rp 400jt maka untuk sewa adalah kurang lebih Rp 40jt/thn (sewa tahunan).

Catatan :

  • Dengan menjamurnya penawaran dan masih lesunya property, maka nilai sewa juga sedang menurun
  • Saat ini sulit mencari penyewa tahunan yang umum untuk sewa 3 bulanan/bulanan.

 

–>Article original created by ESMODEC

ROI untuk Investasi Pengelolaan

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , ,

Arti ROI ideal (umumnya) untuk pengelolaan > 8%/thn untuk mudahnya, dengan contoh apabila bapak/ibu mendengar/melihat di pameran properti maka untuk yang menawarkan kondotel (Kondominimum hotel), biasanya akan menawarkan ROI 16% ? (2thn) . Disini termaksud, bahwa 16% adalah dalam 2thn (8%/thn) jadi harus jeli.

APA ARTINYA?

Contoh ;

Misalnya kondotel seharga Rp 500jt/unit , Bapak/Ibu selama 2 thn akan dijamin mendapat hasil sewa = 16% x Rp 500jt = Rp 80jt 9 (Tapi itu dalam 2 thn lho… Atau Rp 40jt/thn).  Berarti aset kondotel seilai Rp 500jt bila dianggap modal (karena bapak/ibu harus melunasi sebesar tersebut/bisa cash/KPA) akan kembali dalam waktu 12,5thn ( Rp 500jt ; Rp 40jt/thn = 12,5thn), asumsi harga sewa per thn tetap. Untuk investasi pengelolaan pada saat ini adalah umum walau belum ideal (beberapa waktu yang lalu saat kondotel belum menjamur, ROI ini dipatok senilai 10% atau modal kembali dalam 10thn). Yang perlu dicatat disini khusus untuk investasi pengelolaan selain ROI, maka ada pasangannya yaitu ‘Capital Gain’.

Apa itu Capital Gain?

Artinya , apabila aset Bapak/Ibu tersebut dijual, pastinya kaan dijual dengan harga lebih tinggi dari pada saat bapak/ibu beli bukan? Maka selisih angka tersebut disebut Capital Gain (keuntungan waktu dijual).

Berarti, Misalnya aset tersebut sampai hitungan modal kembali (12,5thn), tidak dijual dan baru dijual setelah thn ke 12,5 malan bapak/ibu akan mendapat :

  1. Modal Bapak/Ibu yang Rp 500jt telah kembali pada th ke 12,5
  2. Aset tetap milik Bapak/Ibu senilai Rp 500jt + kenaikan harga.
  3. Apabila aset dijual bapak/ibu akan menerima hasil senilai aset pada thn ke 12,5thn (dijual pada saat harga bagus).
  4. Bagaimana bila aset tidak dijual ? apabila aset tidak dijual, setelah thn ke 12,5 (setelah pengembalian modal) maka asil sewa kondotel menjadi passive income.

 

–>Article original create by ESMODEC

Serba serbi ROI dalam Bisnis Property (Bagi Pemula)

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Apa itu ROI ?

ROI adalah singkatan dari Return of Investment (Tingkat pengembalian Modal)

Apa itu Tingkat Pengembalian Modal ?

Hasil yang diperoleh untuk mengembalikan modal yang dikeluarkan butuh waktu berapa lama? (makin cepat kembali modal makin bagus, berarti hasil juga harus makin besar )

ROI adalah angka yang dicari investor sebagai bahan pertimbangan investasi. Yaitu, perbandingan antara hasil/margin/keuntungan dari suatu investasi, dibandingkan dengan modal yang dikeluarkan. Angka berapa yang ideal ? tergantung objek investasinya. Yaitu,

  1. Untuk investasi pengelolaan misalnya aset yang disewakan ukuran ideal umumnya, minimum 8%/thn – 12%/thn (artinya modal kembali dalam 12-8th)
  2. Untuk investasi pengembangan Real Estate ( yang dijual ), ukuran idealnya umumnya minimum 100%/thn . Pertanyaannya ; kok begitu ya? Jawabannya akan dibuat berseri (karena panjang).
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.